JAKARTA (jurnalkota.web.id) – Kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan penyampaian visi dan misi dalam agenda penjaringan Ketua Muay Thai Jakarta Timur berlangsung dalam suasana kondusif, dialogis, dan penuh keakraban.
Aktivitas ini tidak hanya merepresentasikan interaksi sosial antar-pemangku kepentingan organisasi, tetapi juga menjadi bagian integral dari mekanisme seleksi kepemimpinan yang mengedepankan transparansi dan partisipasi.
Secara struktural, kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan tingkat provinsi dan kota, yakni Wakil Ketua Umum Muay Thai DKI Jakarta, Bhimmo Chondro Wibowo, serta Sekretaris Umum Muay Thai Jakarta Timur, Nita.
Kehadiran keduanya menunjukkan adanya kesinambungan koordinasi vertikal dalam proses penjaringan, sekaligus menegaskan pentingnya legitimasi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.
Nanang Wahyudi, S.H., selaku tuan rumah, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai ajang silaturahmi dan sebagai forum penjaringan calon Ketua Umum.
Nanang menegaskan bahwa kunjungan para pimpinan tersebut merupakan bagian dari proses formal organisasi dalam menjaring figur yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan.
“Iya, kami kedatangan tamu penting. Dalam acara tersebut hadir Wakil Ketua Umum Muay Thai DKI Jakarta Pak Bimo dan Sekretaris Umum Ibu Nita ke kediaman saya. Mereka datang dalam rangka penjaringan calon Ketua Umum Muay Thai Jakarta Timur,” ujar Nanang Wahyudi.
Lebih lanjut, Nanang yang merupakan pria asal Kepulauan Sapudi dan kini berdomisili di Jakarta itu menilai bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kultur organisasi yang inklusif.
Menurut Nanang, proses penjaringan yang dilakukan secara terbuka dan berbasis komunikasi langsung menjadi indikator adanya komitmen terhadap prinsip demokrasi internal organisasi.
Dari perspektif kelembagaan, agenda ini dapat dipahami sebagai upaya konsolidasi awal dalam menentukan figur pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi manajerial, tetapi juga kapabilitas dalam membangun jejaring, meningkatkan prestasi atlet, serta memperkuat tata kelola organisasi secara profesional.
Dengan demikian, kegiatan silaturahmi ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan berfungsi sebagai instrumen strategis dalam proses regenerasi kepemimpinan.
Harapannya, melalui tahapan penjaringan yang sistematis dan partisipatif, akan lahir sosok Ketua Umum Muay Thai Jakarta Timur yang mampu mendorong organisasi menjadi lebih solid, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam berbagai ajang olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional.
(Ipunk)












